Aku
berteriak, melompat, berteriak lagi, melompat lagi, menciumi handphone ku,
melompat, berteriak, dan begitu sampai berulang kali.
Kali ini
seluruh penghuni bima sakti harus tahu kalau aku sedang berbahagia.
"Berhenti
melakukan hal idiot Fee," ujar Ayah yang entah sejak kapan sudah ada di
ruangan yang sama dengan ku.
Aku
berhenti sesaat dari kegiatan 'gila' ku.
Tapi lagi-lagi aku berteriak dan melompat saat melihat sosok yang memasuki
ruangan.
"Bunda....
dia putusss," ujar ku menyerbu sosok yang baru memasuki ruangan tadi.
Bunda
terlihat sedikit kebingungan. Emm, mungkin kaget tepatnya.
"Dia
siapa Fee?" tanya Ayah dari balik punggung ku. Ahh ya, aku lupa kalau di
sini masih ada Ayah.
Aku
berdehem canggung sebelum mendudukan diri ku di sebelah Ayah sedangkan Bunda
langsung menuju dapur, menurut ku setelah ini dia akan membawakan makanan dan
minuman lezat.
"Dia
siapa Fee? Siapa yang putus?" tanya Ayah menyelidik.
"Umm,
orang Yah." jawab ku bodoh.
"Ayah
tau Fee yang putus pasti orang. Tapi yang Ayah tanya orang itu siapa dan apa
hubungannya dengan kamu? Kenapa kamu harus senang saat dia putus?" tanya
Ayah panjang lebar.
Aku kembali
berdehem canggung. Well, ini pertanyaan sulit. Sulitnya melebihi soal UN
sebulan lalu. Apa, aku lebay? Ahh ya kamu benar, aku lebay.
"Senior
ku Yah namanya Kenzo."
"Terus
kamu suka sama dia?" tanya Ayah to the point.
Aku
mengangguk malu. "Iya Yah aku suka sama dia, tapi selama ini dia udah ada
ceweknya. Nah barusan si Lisa sms, ngasih tau dia putus sama ceweknya."
"Terus
kamu senang? Jahat banget," ujar Ayah dengan nada yang lebih santai.
"Yee,
siapa juga yang jahat? Aku baik kok Yah."
"Baik
apanya? Tuh buktinya kamu senang waktu dia putus, berarti nggak senang dong
waktu dia masih jadian?"
"Bakalan
aneh kalau aku senang waktu cowok yang aku suka jadian sama cewek lain
Yah," ujar ku malas." Lagian dia boleh kok punya cewek tapi nanti
kalo aku udah nggak suka sama dia lagi," lanjut ku tertawa geli.
"Hati-hati
loh Fee, jangan terlalu senang. Nanti kalau dia balikan lagi kamu galau
loh."
"Nggak
bakalan Yah, dia nggak akan jilat ludahnya sendiri. Kan dia yang mutusin masa
dia yang ngajak balikan. Nyantai aja Yah, aku kenal banget kok sama dia."
****
@fee_ : ngarep lagi kan jadiny *pasangmukamalumalukucing
****
Aku menganga
lebar. Aku nggak lagi salah lihat kan? Itu...itu... Ya tuhan tiba-tiba aku
sesak nafas. Ada yang bawa tabung oksigen? Kalo nggak ada beli sana, aku
sekarat ini. Hello, seseorang tolong telpon ambulance dong kaya nya aku mau
pingsan.
Apa? Lebay?
Sekali lagi kalian bilang aku lebay? Oke aku lebay. Aku sesak nafas. Aku mau
pingsan. Dan aku patah hati. Iya, patah hati.
Dia, Kenzo
Leonardo berdiri 3 meter di depan ku dengan lengan yang di rangkul mesra sama
mantannya. Ehh, mungkin pacarnya. Apa, pacarnya? bukannya udah putus? Hah? Apa?
Aku nggak ngerti maksudnya break? Oww, jadi mereka nggak putus? Nggak pernah
putus? Dan apa katanya? Nggak akan pernah putus? oke, bye.
***
Kalau ada
yang bilang jatuh cinta itu membahagiakan, mereka bohong. Jatuh yang membahagiakan
itu saat dia nolongin kamu untuk berdiri dan jagain kamu supaya nggak jatuh
lagi. Tapi kalau saat kamu jatuh terus cuma di liatin, di cuekin, nggak di
peduliin, apa lagi di ketawaain apa itu tetap akan membahagiakan?
Kenapa mau
bilang aku lebay lagi? Ya udah bilang aja. Hina aja aku terus, aku nggak akan
marah. Aku lagi patah hati, nggak punya cukup energi buat marah. Bahkan buat
nangis aja udah nggak sanggup. Nggak percaya? Nih liat, aku udah beli dua box
tisu dan nonton semua film korea yang soundtracknya aja udah bikin mewek
-walaunggaktauartinya. Tapi ini, udah tiga kaset yang ku putar tapi barang
setetes pun nggak ada air mata yang keluar.
Kenapa?
Lebay lagi? Cowok nggak suka cewek yang lebay? Dia nggak suka sama aku karena
aku lebay? Terus aku harus bilang 'WOW' gitu?
****