"Berhenti Eva!! Kau sudah berjanji gelas tadi akan menjadi gelas terakhirmu malam ini."
Eva memutar bola matanya jengah, entah sudah berapa belas kali gadis itu memutar bola matanya malam ini. "Well, apa kau percaya janji Frey? Maksudku apa itu janji? Sesuatu yang sengaja di buat untuk sengaja pula diingkari?"
Aku mendenguskan nafas, lalu memilih untuk mengetuk-ngetuk meja marmer di hadapanku dan membiarkan Eva merancau sesuka hatinya.
"Eva, jangan gila," aku spontan meneriakinya saat jemari lentiknya memanggil bartender dan memesan satu botol vodka, lagi. "Kau bisa mabuk Eva, aku tak bisa mengantarmu pulang. Aku ada penerbangan sebelum tengah malam."
"Umm, baiklah. Jika kau tak bisa mengantarku, mungkin Reyhan bisa."
Total Pageviews
Blog List
Wednesday, June 29, 2016
Monday, June 27, 2016
Midnight Conversation
Senang mendengar kamu baik-baik saja, walau hanya melalui media sosial. Hanya lewat beberapa kata virtual, dan aku merasa tenang. Hell, ternyata degup itu belum juga mau pergi. Getar itu masih
Categories
#Cerpen
Sunday, June 26, 2016
Igauan
Teruntuk Seseorang di Sampingmu.
Ada binar penuh cinta di matanya.
Cahaya yang hadir setiap ia melukis bayangmu di kepalanya.
Sesuatu yang hanya tuhan yang tahu, betapa aku mendambanya.
Bukan, bukan hanya binar matanya tapi hatinya.
Ada pijaran kebahagiaan, terlukis di bibirnya.
Ada cerita indah yang terus dinyanyikannya.
Ada binar penuh cinta di matanya.
Cahaya yang hadir setiap ia melukis bayangmu di kepalanya.
Sesuatu yang hanya tuhan yang tahu, betapa aku mendambanya.
Bukan, bukan hanya binar matanya tapi hatinya.
Ada pijaran kebahagiaan, terlukis di bibirnya.
Ada cerita indah yang terus dinyanyikannya.
Categories
#Puisi
Saturday, June 25, 2016
Sedikit Tentang Rindu
Aku mengambil sebuah kotak susu di lemari pendingin
lalu menuju sebuah bangku panjang setelah membayarnya. Kamu datang dengan
langkah pasti, tapi kebingungan saat memilih biskuit-biskuit di hadapanmu. Aku
tertawa geli menanggapi kicauan temanku dan kamu tersentak lalu dengan asal
mengambil beberapa bungkus biskuit. Mataku mengikuti langkahmu yang memasuki
kantin sempit itu. Lalu dengan cepat menunduk seolah-olah mengamati kotak susu
tadi saat kamu keluar. Aku tahu kamu menatapku untuk beberapa detik sebelum
akhirnya berlalu. Kupandangi punggungmu yang menjauh. Baru beberapa langkah,
kamu menoleh. Aku kembali mengumbar tawa yang dibuat-buat mengikuti
teman-temanku yang tertawa riang. Kamu makin menjauh, hingga akhirnya
menghilang di balik bangunan sekolah.
Categories
#DramaSeries
Thursday, June 9, 2016
(Lagi-Lagi) Drama
Kepada si Pemeran Utama
Kali ini saya tak akan mengumbar
rasa atau sibuk mengingat tentang 'kita'. Kali ini saya hanya ingin untuk
terakhir kalinya, tolong mengerti posisi saya. Saya tak akan meminta kamu
menerima saya untuk bermain kembali berperan bersama atau pun mengulang cerita
kita lagi. Seperti yang kamu bilang, semua sudah lebih dari cukup. Kita sudah
saling memberi kesempatan sebelum akhirnya saling menyerah. Kisah kita tak
lebih dari sebait lagu lama, yang walau nikmat di telinga tetap saja tak sesuai
jika didengar terlalu lama. Apa yang letaknya di belakang memang tak boleh
mengacaukan masa depan kita bukan?
Categories
#DramaSeries
Subscribe to:
Comments (Atom)