Wednesday, June 29, 2016

Girls Talk

"Berhenti Eva!! Kau sudah berjanji gelas tadi akan menjadi gelas terakhirmu malam ini."

Eva memutar bola matanya jengah, entah sudah berapa belas kali gadis itu memutar bola matanya malam ini. "Well, apa kau percaya janji Frey? Maksudku apa itu janji? Sesuatu yang sengaja di buat untuk sengaja pula diingkari?"

Aku mendenguskan nafas, lalu memilih untuk mengetuk-ngetuk meja marmer di hadapanku dan membiarkan Eva merancau sesuka hatinya.

"Eva, jangan gila," aku spontan meneriakinya saat jemari lentiknya memanggil bartender dan memesan satu botol vodka, lagi. "Kau bisa mabuk Eva, aku tak bisa mengantarmu pulang. Aku ada penerbangan sebelum tengah malam."

"Umm, baiklah. Jika kau tak bisa mengantarku, mungkin Reyhan bisa."

Monday, June 27, 2016

Midnight Conversation

Senang mendengar kamu baik-baik saja, walau hanya melalui media sosial. Hanya lewat beberapa kata virtual, dan aku merasa tenang. Hell, ternyata degup itu belum juga mau pergi. Getar itu masih

Sunday, June 26, 2016

Igauan

Teruntuk Seseorang di Sampingmu.

Ada binar penuh cinta di matanya.
Cahaya yang hadir setiap ia melukis bayangmu di kepalanya.
Sesuatu yang hanya tuhan yang tahu, betapa aku mendambanya.
Bukan, bukan hanya binar matanya tapi hatinya.

Ada pijaran kebahagiaan, terlukis di bibirnya.
Ada cerita indah yang terus dinyanyikannya.

Saturday, June 25, 2016

Sedikit Tentang Rindu


Aku mengambil sebuah kotak susu di lemari pendingin lalu menuju sebuah bangku panjang setelah membayarnya. Kamu datang dengan langkah pasti, tapi kebingungan saat memilih biskuit-biskuit di hadapanmu. Aku tertawa geli menanggapi kicauan temanku dan kamu tersentak lalu dengan asal mengambil beberapa bungkus biskuit. Mataku mengikuti langkahmu yang memasuki kantin sempit itu. Lalu dengan cepat menunduk seolah-olah mengamati kotak susu tadi saat kamu keluar. Aku tahu kamu menatapku untuk beberapa detik sebelum akhirnya berlalu. Kupandangi punggungmu yang menjauh. Baru beberapa langkah, kamu menoleh. Aku kembali mengumbar tawa yang dibuat-buat mengikuti teman-temanku yang tertawa riang. Kamu makin menjauh, hingga akhirnya menghilang di balik bangunan sekolah.

Thursday, June 9, 2016

(Lagi-Lagi) Drama


Kepada si Pemeran Utama
Kali ini saya tak akan mengumbar rasa atau sibuk mengingat tentang 'kita'. Kali ini saya hanya ingin untuk terakhir kalinya, tolong mengerti posisi saya. Saya tak akan meminta kamu menerima saya untuk bermain kembali berperan bersama atau pun mengulang cerita kita lagi. Seperti yang kamu bilang, semua sudah lebih dari cukup. Kita sudah saling memberi kesempatan sebelum akhirnya saling menyerah. Kisah kita tak lebih dari sebait lagu lama, yang walau nikmat di telinga tetap saja tak sesuai jika didengar terlalu lama. Apa yang letaknya di belakang memang tak boleh mengacaukan masa depan kita bukan?
 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review