Kepada
si pemeran utama
Sebelumnya
saya sudah pernah bilang, bermain peran tak selalu menyenangkan. Menjadi orang
lain terkadang melelahkan, tapi dengan beraninya kamu menjamin kesanggupan
bermain hingga pertunjukan selesai. Kamu biarkan janji-janji membumbung tinggi
di udara, hasil rangkaian dari otakmu yang bahkan belum sempurna. Dengan berani
kamu kenakan topeng lalu mulai naik keatas panggung dan mainkan peran. Dari
atas panggung kamu ulurkan tangan agar saya dapat naik dan setelah sebuah
pemikiran idiot saya ikut naik ke atas panggung, menjadi lawanmu beradu peran.