Dulu saya pernah
katakan kamu adalah pemain yang handal. Kamu satu-satunya yang membuat saya
kembali ke panggung yang saya tinggalkan di tengah-tengah pertunjukan. Kamu
dengan mudahnya menyeret saya dan kembali berperan sebagai pangeran sempurna. Kali
ini tanpa paksaan saya pun mainkan peran sebagai putri yang mempesona. Kita
sihir semua mata hingga tak mampu mengabaikan pertunjukan kita. Kamu tunjukan bagaimana kamu yang tak pernah
lupa menyapa dan menanyakan bagaimana hari saya, bagaimana kamu tersenyum
maklum saat tingkah saya mulai menyebalkan, bagaimana kamu terlihat begitu
pengertian saat saya mulai
kekanak-kanakan, dan bagaimana kamu bersikap tenang saat saya mulai mendramatisir
masalah sepele.
Total Pageviews
Blog List
Saturday, May 28, 2016
Subscribe to:
Comments (Atom)