Hallo
tuan yang selalu mengawali pagiku dengan sapaan yang manis! Maaf karena tak
pernah ada ‘selamat pagi’ yang mampir duluan ke handphonemu, tapi aku yakin
walau tak pernah terdengar tapi setiap bisikan di sujud sepertiga malamku pasti
bisa kau rasakan. Maaf juga untuk setiap senyuman tipis yang aku suguhkan
setiap paginya, aku hanya tak yakin mampu menyembunyikan gugup saat senyumku
mengembang.
Hallo
tuan yang suara tawanya selalu menangkan! Maaf untuk setiap kata rindu yang tak
terbalaskan, percayalah selalu ada air mata yang coba kutahan dengan tawa. Maaf untuk
setiap kata cinta yang seolah kuabaikan, semata-mata hanya karena aku takut tak
akan mau melepaskan.