Saturday, August 27, 2016

Hallo Tuan...


                Hallo tuan yang selalu mengawali pagiku dengan sapaan yang manis! Maaf karena tak pernah ada ‘selamat pagi’ yang mampir duluan ke handphonemu, tapi aku yakin walau tak pernah terdengar tapi setiap bisikan di sujud sepertiga malamku pasti bisa kau rasakan. Maaf juga untuk setiap senyuman tipis yang aku suguhkan setiap paginya, aku hanya tak yakin mampu menyembunyikan gugup saat senyumku mengembang.

                Hallo tuan yang suara tawanya selalu menangkan! Maaf untuk setiap kata rindu yang tak terbalaskan, percayalah selalu ada air mata yang coba kutahan dengan tawa. Maaf untuk setiap kata cinta yang seolah kuabaikan, semata-mata hanya karena aku takut tak akan mau melepaskan.

Di Sebuah Senja (Untuk Seseorang Di Surga)

Aku kembali mendengus malas. Sekarang sudah pukul 15.00, lewat satu jam dari bel pulang sekolah dan aku masih duduk di sebuah bangku semen yang menghadap ke lapangan basket. Menunggu dia yang masih asik mendrible bola dan memasukannya ke ring.
            Aku selalu suka saat ia bermain basket. Rambutnya yang diterpa angin, matanya yang menajam, kaki dan tangannya yang bergerak lincah dan terakhir tubuhnya yang bagai melayang saat memasukan bola ke ring. Ahh, aku satu juta persen jatuh cinta padanya. Dia separuh surga yang tuhan kirimkan pada ku. Dia dunia ku, my soul.
            “Sayang mau ikut? Kamu pasti bosankan cuma jadi penonton?” tanyanya setengah berteriak dari tengah lapangan.
            “Kamu ngeledekin aku, soul?” balasku memasang wajah cemberut.
            Ia tertawa dari tengah lapangan, kembali mendrible bola dan mendekati ku beberapa detik kemudian.
            “Kamu cantik kalau lagi cemberut gitu,” ujarnya mencubit pipi kananku.

Thursday, August 25, 2016

Sempurna


Cinta adalah saat kita saling melepaskan karena sadar tak akan pernah bahagia jika memaksakan bersama
"Dara."
Tubuh Dara membeku mendengar gumaman di sebelahnya. Pendengarannya tak mungkin salah, itu tadi suara Mario.
"Hei Kak Mario, apa kabar?"
Apa kabar? Apa kabar? Pertanyaan itu terdengar berulang kali di kepalanya. Dara, gadis yang beberapa tahun lalu ia sayangi sepenuh hati sekaligus gadis yang ia sakiti begitu dalam sedang berdiri di sampingnya. Dan baru saja bertanya, apa kabar?
 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review