Saturday, August 27, 2016

Hallo Tuan...


                Hallo tuan yang selalu mengawali pagiku dengan sapaan yang manis! Maaf karena tak pernah ada ‘selamat pagi’ yang mampir duluan ke handphonemu, tapi aku yakin walau tak pernah terdengar tapi setiap bisikan di sujud sepertiga malamku pasti bisa kau rasakan. Maaf juga untuk setiap senyuman tipis yang aku suguhkan setiap paginya, aku hanya tak yakin mampu menyembunyikan gugup saat senyumku mengembang.

                Hallo tuan yang suara tawanya selalu menangkan! Maaf untuk setiap kata rindu yang tak terbalaskan, percayalah selalu ada air mata yang coba kutahan dengan tawa. Maaf untuk setiap kata cinta yang seolah kuabaikan, semata-mata hanya karena aku takut tak akan mau melepaskan.

                Hallo tuan yang setiap pesannya selalu kurindukan! Maaf untuk setiap pesan singkat yang balasannya tak seperti yang kamu bayangkan, saat berbalas pesan denganmu otakku selalu saja beku. Maaf untuk setiap percakapan yang tak selalu menyenangkan, hanya saja tiap menatapmu lidahku tiba-tiba keluh
.
                Hallo tuan yang bayangnya mengisi setiap sudut kosong dihati dan pikiranku! Maaf untuk setiap kata maaf yang tak pernah aku sampaikan. Bagiku rasa itu lebih dari cukup, tapi kamu butuh kata. Untukku ada itu berarti cinta, bagimu perhatian itu bentuk nyata. Aku tak butuh yang sempurna, kamu saja cukup. Kamu sudah menemukan yang menggenapkan, aku. Tapi yang kamu cari adalah kesempurnaan. Kamu butuh kata cinta saat aku terlalu takut untuk sekedar menyapa. Kamu butuh tindakan untuk setiap kata sayang, saat aku bahkan tak mampu mengatur hatiku sendiri.

                Bukan salahmu dan sepertinya bukan salahku, tapi tetap saja maaf.

                Hallo tuan pencari kesempurnaan, bahagialah!

Dari aku yang (dulu) kamu sempurnkan, aku rindu menjadi utuh.
 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review