Monday, December 12, 2016

Selamat Hari Ini Kamu

Selamat hari ini kamu...
Tak perlu banyak doa karena aku yakin tuhan pasti memberi semua yang kamu butuh
Tak pula banyak harap karena aku pun tahu kamu selalu melakukan sesuatu semaksimalmu
Cukup meminta kebahagiaan tiada akhir untukmu

Tegaklah terus, jadilah batu karang
Berjuanglah, jangan mau diterjang hingga karam
Ambil nafas yang dalam saat bimbang
Jangan tersesat karena selalu ada bintang utara yang menunjukan jalan pulang

Tak bisa memang, menghadiahkan mu sebuah kado sebagai kenangan
Hanya seuntai harapan agar tak akan lagi sedih mengekang
Selamat hari ini kamu...
Selamat jadi lebih dewasa

Cuma tuhan yang tahu betapa aku adalah orang mensyukuri hari kelahiranmu selain ibu dan ayahmu


Curup, Desember 2016

Wednesday, November 30, 2016

Selamat Tinggal November


Tutup sudah bulan ini
Masih mau turunkah hujan di desember esok?
Masih mau larutkah air mata bersama tetes terakhir hujan hari ini?

Esok pergi jua November ini
Ikutkah kenangan dan luka pergi bersama?
Akan keringkah semua yang sudah di koyakkan?

November usai sudah
Tapi perih tahun lalu pun belum kering juga
Luka tahun ini pun masih menganga
Tak ada sekali pun ingin berpisah kecuali pada November

Esok terlepas jua dari November
Desember kalau pun masih ingin juga kau membawa hujan bawalah hujan yang aku bisa menari dibawahnya
Kalau masih jua air mata ingin larut jangan berisi duka, berbahagialah

November pergi sudah, matahari esok tak akan lagi sama
Tapi sialnya hatiku masih saja tertinggal di November tahun lalu saat pertama kali kita membelah rinai hujan di sebuah November pagi.

Sama seperti November, melupakanmu adalah perpisahan yang paling ku nanti
Jahatnya kamu tak berlalu secepat November hingga aku tak mampu menemukan desemberku

November usai sudah, rasaku padamu jangan ditanya
Sampai kebas hati, sampai lupa rasanya jatuh cinta lagi
Ragaku esok hidup di desember tapi sepanjang tahun ini hatiku tertinggal di November
Di suatu malam minggu usai sholat magrib saat kamu mengakui rasa itu mulai tumbuh

November usai sudah, rasa sayangku mungkin masih akan tumbuh entah sampai ke November berapa dari November nya kita.

November usai sudah, masih adakah rasa yang tersisa diantara tatapan canggung dan obrolan garing yang coba kita rajut atas nama pertemanan

November usai sudah, selamat tinggal November

Salam dari aku, yang selalu menunggu hujan di November reda.

Saturday, November 12, 2016

Hallo... #NovemberRainStory


Hallo mendung di November pagi, apa hari ini hujan datang?
Apa yang langit malam ceritakan sebelum bulan tenggelam?
Ada kah yang angin subuh tadi bisikan?
Siapa yang bersembunyi dibalik tubuhmu bersama matahari?

Tuesday, September 27, 2016

Balada Pemuja Rahasia


Sayang sekarang September sudah hampir habis. Hujan turun makin deras dari hari ke hari. Jalan selalu tergenang air dan jendela rumahku menjadi buram.
Sayang aku sudah siapkan segelas teh hangat dan bolu kukus untuk kamu santap saat kamu datang. Aku sudah mengganti kaos dan celana pendekku dengan dress selutut berwarna merah mudah. Aku sudah melepaskan kuncirku dan menyisir rambutku sedemikan rupa hingga tampak bergelombang.
Sayang hujan mulai reda. Sudah pulangkah kamu? Atau masih menunggu hingga langit benar-benar cerah?

Saturday, September 24, 2016

Sayang Pulang


Teruntuk tempat rinduku berlabuh

Ku katakan aku mau jadi rumah
Tapi kamu beriku  mahkota lalu jadikan ku putri istana.

Ku katakan aku mau jadi rumah
Tapi kamu arahkan lampu sorot ke arahku dan jadi kan aku bintang.

Ku katakan aku mau jadi rumah
Tapi kamu beriku setumpuk perhatian agar aku merasa istimewa.

Tuesday, September 20, 2016

Hei Kamu!!


Hei kamu yang sedang duduk di meja seberang, sudikah kamu membagi satu tawa lagi? Iya, tawa yang membuat matamu jadi menyipit dan mengantuk di mataku hilang.

Hei kamu yang sedang menggaduk es teh manis dengan sedotan, sukakah kamu dengan es saat hujan atau hari ini hanya sebuah kebetulan?

Hei kamu yang menyampirkan almamater kuning di bahu, bisakah kamu berhenti memandang ke arahku? Biarkan aku dulu yang mengagumi parasmu. Mataku tak mampu melawan tatapan tajammu.

Sunday, September 11, 2016

(Bukan) Sapa Semesta


Katanya apa yang dituliskan nirwana tak mampu di dustakan semesta dan apa yang telah di panggil semesta tak dapat di abaikan umatnya. Tapi sejatinya hidup kita hanya kumpulan lawakan yang begitu takut untuk kita tertawakan.

Saturday, August 27, 2016

Hallo Tuan...


                Hallo tuan yang selalu mengawali pagiku dengan sapaan yang manis! Maaf karena tak pernah ada ‘selamat pagi’ yang mampir duluan ke handphonemu, tapi aku yakin walau tak pernah terdengar tapi setiap bisikan di sujud sepertiga malamku pasti bisa kau rasakan. Maaf juga untuk setiap senyuman tipis yang aku suguhkan setiap paginya, aku hanya tak yakin mampu menyembunyikan gugup saat senyumku mengembang.

                Hallo tuan yang suara tawanya selalu menangkan! Maaf untuk setiap kata rindu yang tak terbalaskan, percayalah selalu ada air mata yang coba kutahan dengan tawa. Maaf untuk setiap kata cinta yang seolah kuabaikan, semata-mata hanya karena aku takut tak akan mau melepaskan.

Di Sebuah Senja (Untuk Seseorang Di Surga)

Aku kembali mendengus malas. Sekarang sudah pukul 15.00, lewat satu jam dari bel pulang sekolah dan aku masih duduk di sebuah bangku semen yang menghadap ke lapangan basket. Menunggu dia yang masih asik mendrible bola dan memasukannya ke ring.
            Aku selalu suka saat ia bermain basket. Rambutnya yang diterpa angin, matanya yang menajam, kaki dan tangannya yang bergerak lincah dan terakhir tubuhnya yang bagai melayang saat memasukan bola ke ring. Ahh, aku satu juta persen jatuh cinta padanya. Dia separuh surga yang tuhan kirimkan pada ku. Dia dunia ku, my soul.
            “Sayang mau ikut? Kamu pasti bosankan cuma jadi penonton?” tanyanya setengah berteriak dari tengah lapangan.
            “Kamu ngeledekin aku, soul?” balasku memasang wajah cemberut.
            Ia tertawa dari tengah lapangan, kembali mendrible bola dan mendekati ku beberapa detik kemudian.
            “Kamu cantik kalau lagi cemberut gitu,” ujarnya mencubit pipi kananku.

Thursday, August 25, 2016

Sempurna


Cinta adalah saat kita saling melepaskan karena sadar tak akan pernah bahagia jika memaksakan bersama
"Dara."
Tubuh Dara membeku mendengar gumaman di sebelahnya. Pendengarannya tak mungkin salah, itu tadi suara Mario.
"Hei Kak Mario, apa kabar?"
Apa kabar? Apa kabar? Pertanyaan itu terdengar berulang kali di kepalanya. Dara, gadis yang beberapa tahun lalu ia sayangi sepenuh hati sekaligus gadis yang ia sakiti begitu dalam sedang berdiri di sampingnya. Dan baru saja bertanya, apa kabar?

Wednesday, June 29, 2016

Girls Talk

"Berhenti Eva!! Kau sudah berjanji gelas tadi akan menjadi gelas terakhirmu malam ini."

Eva memutar bola matanya jengah, entah sudah berapa belas kali gadis itu memutar bola matanya malam ini. "Well, apa kau percaya janji Frey? Maksudku apa itu janji? Sesuatu yang sengaja di buat untuk sengaja pula diingkari?"

Aku mendenguskan nafas, lalu memilih untuk mengetuk-ngetuk meja marmer di hadapanku dan membiarkan Eva merancau sesuka hatinya.

"Eva, jangan gila," aku spontan meneriakinya saat jemari lentiknya memanggil bartender dan memesan satu botol vodka, lagi. "Kau bisa mabuk Eva, aku tak bisa mengantarmu pulang. Aku ada penerbangan sebelum tengah malam."

"Umm, baiklah. Jika kau tak bisa mengantarku, mungkin Reyhan bisa."

Monday, June 27, 2016

Midnight Conversation

Senang mendengar kamu baik-baik saja, walau hanya melalui media sosial. Hanya lewat beberapa kata virtual, dan aku merasa tenang. Hell, ternyata degup itu belum juga mau pergi. Getar itu masih

Sunday, June 26, 2016

Igauan

Teruntuk Seseorang di Sampingmu.

Ada binar penuh cinta di matanya.
Cahaya yang hadir setiap ia melukis bayangmu di kepalanya.
Sesuatu yang hanya tuhan yang tahu, betapa aku mendambanya.
Bukan, bukan hanya binar matanya tapi hatinya.

Ada pijaran kebahagiaan, terlukis di bibirnya.
Ada cerita indah yang terus dinyanyikannya.

Saturday, June 25, 2016

Sedikit Tentang Rindu


Aku mengambil sebuah kotak susu di lemari pendingin lalu menuju sebuah bangku panjang setelah membayarnya. Kamu datang dengan langkah pasti, tapi kebingungan saat memilih biskuit-biskuit di hadapanmu. Aku tertawa geli menanggapi kicauan temanku dan kamu tersentak lalu dengan asal mengambil beberapa bungkus biskuit. Mataku mengikuti langkahmu yang memasuki kantin sempit itu. Lalu dengan cepat menunduk seolah-olah mengamati kotak susu tadi saat kamu keluar. Aku tahu kamu menatapku untuk beberapa detik sebelum akhirnya berlalu. Kupandangi punggungmu yang menjauh. Baru beberapa langkah, kamu menoleh. Aku kembali mengumbar tawa yang dibuat-buat mengikuti teman-temanku yang tertawa riang. Kamu makin menjauh, hingga akhirnya menghilang di balik bangunan sekolah.

Thursday, June 9, 2016

(Lagi-Lagi) Drama


Kepada si Pemeran Utama
Kali ini saya tak akan mengumbar rasa atau sibuk mengingat tentang 'kita'. Kali ini saya hanya ingin untuk terakhir kalinya, tolong mengerti posisi saya. Saya tak akan meminta kamu menerima saya untuk bermain kembali berperan bersama atau pun mengulang cerita kita lagi. Seperti yang kamu bilang, semua sudah lebih dari cukup. Kita sudah saling memberi kesempatan sebelum akhirnya saling menyerah. Kisah kita tak lebih dari sebait lagu lama, yang walau nikmat di telinga tetap saja tak sesuai jika didengar terlalu lama. Apa yang letaknya di belakang memang tak boleh mengacaukan masa depan kita bukan?

Saturday, May 28, 2016

(Masih) Drama

Kepada si Pemeran Utama
Dulu saya pernah katakan kamu adalah pemain yang handal. Kamu satu-satunya yang membuat saya kembali ke panggung yang saya tinggalkan di tengah-tengah pertunjukan. Kamu dengan mudahnya menyeret saya dan kembali berperan sebagai pangeran sempurna. Kali ini tanpa paksaan saya pun mainkan peran sebagai putri yang mempesona. Kita sihir semua mata hingga tak mampu mengabaikan pertunjukan kita.  Kamu tunjukan bagaimana kamu yang tak pernah lupa menyapa dan menanyakan bagaimana hari saya, bagaimana kamu tersenyum maklum saat tingkah saya mulai menyebalkan, bagaimana kamu terlihat begitu pengertian saat  saya mulai kekanak-kanakan, dan bagaimana kamu bersikap tenang saat saya mulai mendramatisir masalah sepele.
 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review