Wednesday, November 30, 2016

Selamat Tinggal November


Tutup sudah bulan ini
Masih mau turunkah hujan di desember esok?
Masih mau larutkah air mata bersama tetes terakhir hujan hari ini?

Esok pergi jua November ini
Ikutkah kenangan dan luka pergi bersama?
Akan keringkah semua yang sudah di koyakkan?

November usai sudah
Tapi perih tahun lalu pun belum kering juga
Luka tahun ini pun masih menganga
Tak ada sekali pun ingin berpisah kecuali pada November

Esok terlepas jua dari November
Desember kalau pun masih ingin juga kau membawa hujan bawalah hujan yang aku bisa menari dibawahnya
Kalau masih jua air mata ingin larut jangan berisi duka, berbahagialah

November pergi sudah, matahari esok tak akan lagi sama
Tapi sialnya hatiku masih saja tertinggal di November tahun lalu saat pertama kali kita membelah rinai hujan di sebuah November pagi.

Sama seperti November, melupakanmu adalah perpisahan yang paling ku nanti
Jahatnya kamu tak berlalu secepat November hingga aku tak mampu menemukan desemberku

November usai sudah, rasaku padamu jangan ditanya
Sampai kebas hati, sampai lupa rasanya jatuh cinta lagi
Ragaku esok hidup di desember tapi sepanjang tahun ini hatiku tertinggal di November
Di suatu malam minggu usai sholat magrib saat kamu mengakui rasa itu mulai tumbuh

November usai sudah, rasa sayangku mungkin masih akan tumbuh entah sampai ke November berapa dari November nya kita.

November usai sudah, masih adakah rasa yang tersisa diantara tatapan canggung dan obrolan garing yang coba kita rajut atas nama pertemanan

November usai sudah, selamat tinggal November

Salam dari aku, yang selalu menunggu hujan di November reda.
 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review