Tuesday, September 27, 2016

Balada Pemuja Rahasia


Sayang sekarang September sudah hampir habis. Hujan turun makin deras dari hari ke hari. Jalan selalu tergenang air dan jendela rumahku menjadi buram.
Sayang aku sudah siapkan segelas teh hangat dan bolu kukus untuk kamu santap saat kamu datang. Aku sudah mengganti kaos dan celana pendekku dengan dress selutut berwarna merah mudah. Aku sudah melepaskan kuncirku dan menyisir rambutku sedemikan rupa hingga tampak bergelombang.
Sayang hujan mulai reda. Sudah pulangkah kamu? Atau masih menunggu hingga langit benar-benar cerah?

Saturday, September 24, 2016

Sayang Pulang


Teruntuk tempat rinduku berlabuh

Ku katakan aku mau jadi rumah
Tapi kamu beriku  mahkota lalu jadikan ku putri istana.

Ku katakan aku mau jadi rumah
Tapi kamu arahkan lampu sorot ke arahku dan jadi kan aku bintang.

Ku katakan aku mau jadi rumah
Tapi kamu beriku setumpuk perhatian agar aku merasa istimewa.

Tuesday, September 20, 2016

Hei Kamu!!


Hei kamu yang sedang duduk di meja seberang, sudikah kamu membagi satu tawa lagi? Iya, tawa yang membuat matamu jadi menyipit dan mengantuk di mataku hilang.

Hei kamu yang sedang menggaduk es teh manis dengan sedotan, sukakah kamu dengan es saat hujan atau hari ini hanya sebuah kebetulan?

Hei kamu yang menyampirkan almamater kuning di bahu, bisakah kamu berhenti memandang ke arahku? Biarkan aku dulu yang mengagumi parasmu. Mataku tak mampu melawan tatapan tajammu.

Sunday, September 11, 2016

(Bukan) Sapa Semesta


Katanya apa yang dituliskan nirwana tak mampu di dustakan semesta dan apa yang telah di panggil semesta tak dapat di abaikan umatnya. Tapi sejatinya hidup kita hanya kumpulan lawakan yang begitu takut untuk kita tertawakan.

 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review