Sayang sekarang September sudah
hampir habis. Hujan turun makin deras dari hari ke hari. Jalan selalu tergenang
air dan jendela rumahku menjadi buram.
Sayang aku sudah siapkan segelas
teh hangat dan bolu kukus untuk kamu santap saat kamu datang. Aku sudah
mengganti kaos dan celana pendekku dengan dress selutut berwarna merah mudah.
Aku sudah melepaskan kuncirku dan menyisir rambutku sedemikan rupa hingga
tampak bergelombang.
Sayang hujan mulai reda. Sudah
pulangkah kamu? Atau masih menunggu hingga langit benar-benar cerah?