Tuesday, September 27, 2016

Balada Pemuja Rahasia


Sayang sekarang September sudah hampir habis. Hujan turun makin deras dari hari ke hari. Jalan selalu tergenang air dan jendela rumahku menjadi buram.
Sayang aku sudah siapkan segelas teh hangat dan bolu kukus untuk kamu santap saat kamu datang. Aku sudah mengganti kaos dan celana pendekku dengan dress selutut berwarna merah mudah. Aku sudah melepaskan kuncirku dan menyisir rambutku sedemikan rupa hingga tampak bergelombang.
Sayang hujan mulai reda. Sudah pulangkah kamu? Atau masih menunggu hingga langit benar-benar cerah?

Sayang teh hangatmu sudah ku ganti dengan yang baru. Jam dindingku sudah menunjukkan pukul tujuh, lupakah kamu dengan janjimu? Sayang kenapa belum juga datang? Bukannya kamu mau merayakan ulang tahun ke 20 ku malam ini? Tak jadikah kamu rayakan ulang tahun sahabatmu ini?
***
Sayang pacarmu baru saja menelponku dengan tangis yang tertahan. Separuh diriku melayang karena berpikir kalian sudah bubaran. Tapi aku kembali dijatuhkan saat ia bilang kamu tak akan datang. Sayang dia bohong bukan? Dia hanya sedang cemburu seperti biasanyakan? Sayang jawab.
***
Sayang tubuhku membeku saat melihat selimut itu menutupi seluruh tubuhmu. Sayang orang-orang ini bilang kamu sudah pergi. Mereka bilang kamu tak akan pernah datang.
Pacarmu memeluk erat tubuhmu yang kaku. Air matanya membasahi wajahmu yang seputih salju. Bibirnya tanpa henti memanggil namamu untuk memintamu kembali.
Sayang kalau aku yang minta, mau kah kamu pulang?
Sayang jawab.
***
Sayang mereka menimbun tubuhmu dengan tanah liat yang kekuning-kuningan. Pacarmu kembali pingsan untuk ketiga kalinya. Mama dan Papa mu memeluknya berulang kali, berkata kamu sudah ditempat yang seharusnya dan kali ini aku rasa mereka benar.
Aku menggenggam erat setangkai mawar yang seharusnya kemarin menjadi kado ulang tahun ke 20 ku. Aku tak pernah suka bunga sayang, tapi aku selalu terima apa yang kamu hadiahkan.
Huh, sudah berapa lamakah kita bersama sayang? Satu dua atau lebih dari yang bisa kita hitung dengan jarikah? Tapi kamu masih saja lupa kalau aku tak pernah suka bunga. Ah, memangnya aku siapa? Selain orang yang sangat mencintaimu, aku hanya sahabatmu sejak kanak-kanak. Aku hanya seorang gadis yang menjadi temanmu berlatih sepeda, temanmu belajar mendirikan tenda, temanmu berlari di padang rumput, temanmu berbagi cerita patah hati dan tempatmu menitipkan rahasia-rahasia gelapmu.
Sayang, aku selalu lupa bilang kalau aku sayang.
Sayang, sahabatku sayang.
Aku sayang kamu, sayang.
Dari setiap kata sayang yang tak mampu ku ucap.
Untuk kamu, sayang.

 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review