Sunday, September 11, 2016

(Bukan) Sapa Semesta


Katanya apa yang dituliskan nirwana tak mampu di dustakan semesta dan apa yang telah di panggil semesta tak dapat di abaikan umatnya. Tapi sejatinya hidup kita hanya kumpulan lawakan yang begitu takut untuk kita tertawakan.


Hidup ini selucu merindu sampai sesak lalu tiba-tiba di pertemukan. Tepat saat tak lagi mau berharap, saat imajinasi terliar pun tak berani lagi bayangkan pertemuan. Sekonyol mata yang tak mampu untuk bertatapan, hanya sekedar mencuri pandang. Sebercanda kata rindu yang tertahan di tenggorokan. Seminta di tertawakan senyum yang gagal mengembang.

Hidup ini hanya sekumpulan lawakan, yang layak di tertawakan. Seperti aku yang lagi-lagi mendendamkan nama mu, tapi terlalu takut untuk kembali bertemu.

Kemarin itu bukan sapa semesta bukan? Bukan juga kehendak nirwana kan? Hanya sebuah lawakan, untuk hati yang masih tak bisa melupakan.

Dari yang kemarin (terlalu gugup untuk) menyapamu.      

Curup, 11 September 2016
 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review