Katanya
apa yang dituliskan nirwana tak mampu di dustakan semesta dan apa yang telah di
panggil semesta tak dapat di abaikan umatnya. Tapi sejatinya hidup kita hanya
kumpulan lawakan yang begitu takut untuk kita tertawakan.
Hidup
ini selucu merindu sampai sesak lalu tiba-tiba di pertemukan. Tepat saat tak
lagi mau berharap, saat imajinasi terliar pun tak berani lagi bayangkan
pertemuan. Sekonyol mata yang tak mampu untuk bertatapan, hanya sekedar mencuri
pandang. Sebercanda kata rindu yang tertahan di tenggorokan. Seminta di
tertawakan senyum yang gagal mengembang.
Hidup
ini hanya sekumpulan lawakan, yang layak di tertawakan. Seperti aku yang
lagi-lagi mendendamkan nama mu, tapi terlalu takut untuk kembali bertemu.
Kemarin
itu bukan sapa semesta bukan? Bukan juga kehendak nirwana kan? Hanya sebuah
lawakan, untuk hati yang masih tak bisa melupakan.
Dari yang kemarin (terlalu gugup untuk) menyapamu.
Curup, 11 September 2016