Saturday, June 25, 2016

Sedikit Tentang Rindu


Aku mengambil sebuah kotak susu di lemari pendingin lalu menuju sebuah bangku panjang setelah membayarnya. Kamu datang dengan langkah pasti, tapi kebingungan saat memilih biskuit-biskuit di hadapanmu. Aku tertawa geli menanggapi kicauan temanku dan kamu tersentak lalu dengan asal mengambil beberapa bungkus biskuit. Mataku mengikuti langkahmu yang memasuki kantin sempit itu. Lalu dengan cepat menunduk seolah-olah mengamati kotak susu tadi saat kamu keluar. Aku tahu kamu menatapku untuk beberapa detik sebelum akhirnya berlalu. Kupandangi punggungmu yang menjauh. Baru beberapa langkah, kamu menoleh. Aku kembali mengumbar tawa yang dibuat-buat mengikuti teman-temanku yang tertawa riang. Kamu makin menjauh, hingga akhirnya menghilang di balik bangunan sekolah.
Aku tertawa sendu. Kita selalu saja disergap hening saat berjumpa, seolah lupa akan semua cerita. Ah, hatiku kembali terasa asing. Ada tempat yang sebelumnya kamu isi dan sekarang kosong, menyisakan ruang hampa yang membuatku selalu merasa ada yang kurang. Ada rindu yang menjerit memanggil namamu dan aku pun tahu ada rindu yang terpancar dari tatap matamu. Seolah ada gumpalan sesak di tenggorokan, kata rindu itu tak pernah mampu terucap. Entah itu aku atau pun kamu, kita memilih untuk merindu dalam diam. Bukannya membohongi diri sendiri atau apalah, tapi perjanjian tak tertulis untuk tak lagi berdrama itu memang sudah ada sejak kita tak lagi searah. Toh kita sudah memilih untuk sama-sama belajar dewasa.
Hari itu mungkin bukan hanya kebetulan semata tapi ujian dari semesta. Ia menantang hati kita yang biasanya goyah saat kita berjumpa. Menantang hatiku yang selalu luluh akan senyummu juga dirimu yang tak pernah tahan dengan mata berkaca-kaca andalan ku. Atau juga ini hadiah dari sang semesta untuk rindu yang selalu sabar menunggu, imbalan atas setiap doa yang mengharapkan kebaikanmu atau siksaan atas ketidak mampuanku melupakanmu.
Ah, bahkan kalau dipertemukan denganmu adalah siksaan untukku pun, aku akan tetap memilih untuk 'tak sengaja' berjumpa denganmu. Alasannya satu, kasihan rindu. Rindu inginkan kamu.



Dan mungkin juga aku.

 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review