Saturday, November 14, 2015

Drama


Kepada si pemeran utama

Sebelumnya saya sudah pernah bilang, bermain peran tak selalu menyenangkan. Menjadi orang lain terkadang melelahkan, tapi dengan beraninya kamu menjamin kesanggupan bermain hingga pertunjukan selesai. Kamu biarkan janji-janji membumbung tinggi di udara, hasil rangkaian dari otakmu yang bahkan belum sempurna. Dengan berani kamu kenakan topeng lalu mulai naik keatas panggung dan mainkan peran. Dari atas panggung kamu ulurkan tangan agar saya dapat naik dan setelah sebuah pemikiran idiot saya ikut naik ke atas panggung, menjadi lawanmu beradu peran.



Kamu mainkan peran sebagai pangeran sempurna dengan harapan gadis lugu ini akan tergoda, tapi tidak wahai pemeran utama, kamu hanya tak tahu bahwa di panggung yang lebih sepi saya pun sudah sering bermain drama. Menghancurkan harapan, mematahkan perasaan, atau mengabaikan cinta, semua bukan hal sulit untuk saya. Baiklah, mungkin di drama lainnya saya pun pernah dihancurkan, dipatahkan atau diabaikan tapi percayalah hati saya tak pernah cukup terluka hingga bisa meneteskan air mata.

Wahai si pemeran utama mungkin saya bukan seorang ‘pemain’ seperti kamu tapi saya pun terlalu pintar untuk disebut gadis lugu, saya terlalu serigala untuk dikatakan domba. Saat kamu ulurkan tangan saya tahu sebenarnya kamu tak pernah berniat menjadikan saya pemeran utama, saya hanya figuran yang menggantikan si pemeran utama sesungguhnya. Wahai si pemeran utama, saya tak suka saat kamu sibakkan riasan saya, saat kamu buang nama panggung saya atau saat kamu arahkan lampu sorot kearah wajah saya, saya ingin kembali pada panggung saya sendiri. Wahai si pemeran utama, saya bukan boneka yang bisa kamu pamerkan, saya bukan api yang membuat si pemeran utama sebenarnya panas dan kembali kesisimu.

Wahai si pemeran utama, jangan pernah mengajak saya atau siapa pun ikut bergabung bersamamu dalam kubangan patah hati. Mematahkan hati yang lain tak akan membuat lukamu sendiri pulih. Selesaikan urusanmu dengan si masa lalu, kubur egomu untuk membuatnya cemburu, niatkan dalam hatimu untuk membahagiakan seseorang yang baru. Kemudian cari seseorang yang bukan saya, karena saya terlalu lelah jika terus dipinta untuk menunggu. Karena saya pun terlalu lama habiskan waktu dengan si masa lalu, hingga sekarang yang tersisa hanya waktu untuk meraih bintang yang terlanjur saya gantung setinggi mungkin. Atau jika keadaan belum berubah, mungkin saat kita sudah sama-sama memeluk si bintang kita bisa bertemu lagi lalu mulai bicara kembali tentang drama yang belum usai tapi untuk sekarang bagaimana kalau kita akhiri saja?

Dari si figuran yang kamu temukan dalam kabut

November 2015

 

Falinov Random Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review