Ditulis saat jam kosong, di tengah-tengah para gadis yang bercerita tentang hantu.
Total Pageviews
Blog List
Wednesday, March 4, 2015
Tanpa Judul #edisicurhat
Saat ini rasanya seperti dejavu. Saya pernah mengalami ini sebelumnya. Kelas yang ramai tapi terasa sepi, tawa yang terasa hambar, senyum yang hanya sekedar lengkungan tanpa makna, percakapan-percakapan yang tak jelas. Semuanya menjelma menjadi tumpukan sampah. Mungkin memang saya terlalu perasa, terlalu moody juga. Tulisan saya kacau balau saat mood saya turun. Kalau di baca ulang sejak kalimat pertama jelas sudah kalau saya sedang galau berat (begitu juga tulisan saya tentang gelap dan terang, saya di kejar deadline tugas saat mengerjakannya). Emmm, mungkin akan lebih baik kalau saya galau berat dari pada harus seperti sekarang ini. Saya jadi zombie yang tak punya hati, tak punya perasaan. Hati saya kosong, hambar. Saya sedang tidak memendam perasaan pada siapa pun yang bisa membuat saya diam-diam tersenyum, saya juga tidak sedang dalam masa berduka karena patah hati. Saya hanya berdiri di pertengahan. Saya tak suka berdiri di posisi ini, juga perasaan jenis ini. Ahh, lihatlah saya kedengaran seperti seorang gadis genit. Saya memang suka saat hati saya bergetar, saat saya tiba-tiba tersenyum, saat pipi saya memerah, saya suka merasakan perasaan yang kita sebut naksir. Tapi saya juga menikmati saat hati saya rasanya teremas karena cemburu, saat rasanya oksigen di sekitar saya menipis, saat saya dengan jiwa barbar yang selama ini saya pendam sangat ingin menampar atau melempar segala macam barang ke seseorang. Sebenarnya saya ini apa ya? Saya tak pernah benar-benar menyukai seseorang, tak pernah juga benar-benar membenci, tak pernah benar-benar senang atau sedih juga. Saya penyeimbang, itu yang sering saya ucapkan ke teman saya. Saya jadi air saat panas, jadi api saat dingin, jadi terang dalam gelap. Tapi anehnya saya tak pernah bisa ada di pertengahan. Tunggu, tadi saya bilang seperti dejavu bukan? Iya ini dejavu saya pernah mengalami ini sebelumnya. Dulu saya juga pernah di pertengahan. Sampai saya akhirnya bertemu dengan dia, atau lebih tepatnya menemukannya. Tapi nyatanya saya juga tak benar-benar suka dengan dia. Sudahlah, saya sedang tak ingin membahas dia yang sudah berbahagia. Saya bingung mau menyelesaikan tulisan ini dengan kata-kata apa. Tapi intinya saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua crayon yang sudah membuat hati saya berwarna-warni, saya bahagia dengan cara saya sendiri dan terima kasih untuk membuat saya lebih bahagia dengan adanya kalian.
Ditulis saat jam kosong, di tengah-tengah para gadis yang bercerita tentang hantu.
Ditulis saat jam kosong, di tengah-tengah para gadis yang bercerita tentang hantu.
Categories
#RandomTalk